Rabu, 05 Januari 2011

Berkembangnya Taktik Moderat Dan Kooperatif dalam Pergerakan Nasional



Berkembangnya takik moderat dan kooperatif dalam pergerakan nasional Indonesia disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

1. Krisis ekonomi(malaise) yang terjadi sejak tahun 1921 dan berulang pada akhir tahun 1929. Bahkan, pada awal tahun 1930-an

krisis itu tidak kunjung reda.

2. Kebijakan keras pemerintahan Gubernur jendral de Jonge menyebabkan kaum pergerakan, terutama golongan non-kooperatif,

sangan menderita. Setiap gerakan yang radikal atau revolusioner akan ditindas dengan alasan bahwa pemerintah kolonial

bertanggung jawab atas keadaan di Hindia Belanda.

3. Pada tahun 1930-an, kaum pergerakan nasional terutama yang berada di Eropa menyaksikan bahwa perkembangan paham fasisme

dan naziisme mengancam kedudukan negara-negara demokrasi. demikian pula Jepang sebagai negara fasis di Asia telah melakukan

ekspansinya ke Wilayah pasifik sehingga ada yang mendekatkan kaum nasionalis dengan penguasa kolonial, yaitu mempertahankan

demokrasi terhadap bahaya fasisme. Kesadaran itu muncul pertama kali di kalangan Perhimpunan Indonesia yang terlebih dahulu

tekah melakukan taktik kooperatif.

Taktik kooperatif merupakan strategi yang ditempuh un tuk menghindari kelumpuhan perjuangan. Perubahan taktik perjuangan itu

sama sekali tidak mengubah tujuan perjuangan, yaitu kesatuan nasional dan kemerdekaan Indonesia. Apabila sejak awal tahun

1920-an cita-cita tersebut diperjuangkan dengan taktik kooperatif melalui Dewan Rakyat(Volksraad)

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Toko Buku Online Belbuk.com