Senin, 07 Februari 2011

Biografi Soerastri Karma Trimurti



Soerastri Karma Trimurti (lahir 11 Mei 1912 – meninggal di Jakarta, 20 Mei 2008 pada umur 96 tahun) atau lebih dikenal dengan SK Trimurti adalah seorang wartawati, penulis, pengajar, dan istri dari Sayuti Melik, pengetik naskah proklamasi. Ia juga pernah menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II.

Ia dilahirkan dari pasangan Salim Banjaransari Mangunsuromo dan Saparinten binti Mangunbisomo. Pada masa mudanya, ia berkecimpung di dunia pendidikan sebagai guru di Sekolah Dasar Khusus Putri, di Surakarta dan Banyumas, serta di Perguruan Rakyat, Bandung. Selain itu beliau terlibat pula dalam kegiatan politik sebagai kader Partindo. Karena menyebarkan pamflet anti-penjajah, beliau dipenjarakan oleh Belanda pada tahun 1936 di Penjara Wanita, di Bulu, Semarang. Setelah dibebaskan penjara, karena tidak diperbolehkan lagi mengajar, beliau bekerja di sebuah percetakan. Di sinilah beliau mulai aktif menjadi wartawati dan menulis di majalah Pikiran Rakyat, Pesat, Bedug dan Genderang dengan nama samaran Karma atau Trimurti.

Pada tahun 1938 menikah dengan Sayuti Melik dan bersama-sama berjuang. Namun karena tulisan-tulisannya dianggap membahayakan pemerintahan kolonial, Trimurti dipenjarakan lagi oleh Belanda tahun 1939-1943.

Pada masa awal kemerdekaan, beliau diangkat menjadi Menteri Perburuhan di dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II.

Pensiun dari jabatan menteri, beliau diangkat menjadi anggota Dewan Nasional RI. Ia juga melanjutkan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan tamat tahun 1960. Pada kurun waktu 1962-1964, menjadi utusan Pemerintah RI ke Yugoslavia untuk mempelajari Worker's Management dan ke negara-negara sosialis lainnya di Eropa untuk mengadakan studi perbandingan mengenai sistem ekonomi. Karena dedikasinya kepada dunia perburuhan, SK Trimurti diangkat sebagai anggota dewan pimpinan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI).

Atas jasanya dalam masa perintisan kemerdekaan, Presiden RI Soekarno menganugerahkan Bintang Mahaputra Tingkat V kepadanya.

Dari perkawinan dengan Sayuti Melik lahir dua orang putra bernama Moesafir Karma Boediman (MK Boediman) dan Heru Baskoro.

Postingan Ini Dilindungi HAK Cipta, Dan menggunakan Anti Block Dan Copy dengan CSS3 (Belum bisa ditembus seperti Anti Copy Javascript) untuk menghindari Penjiplakan, Untuk Itu jika anda membutuhkan isi dari postingan ini untuk keperluan pembelajaran, anda dapat mengirimkan E-Mail ke djnand.dj@gmail.com

Loading...
Toko Buku Online Belbuk.com