Minggu, 02 Januari 2011

Keretakan Dan Kehancuran PPPKI




Ide persatuan yang diwujudkan dalam bentuk PPPKI sejak awal telah mengandung benih-benih kelemahan dan keretakan. Hal itu disebabkan adanya perbedaan gaya perjuangan antara organisasi yang tergabung dalam PPPKI sehingga lambat laun menciptakan kesenjangan. Perjuangan PNI yang bersifat agitatif semakin memperuncing pertentangan dengan penguasa kolonial sehingga menciptakan ketegangan yang mengarah pada konfrontasi. Sementara itu, golongan Soetomo lebih memusatkan perhatian pada perbaikan nasib kaum kumuh.


Keretakan itu semakin menjadi pertentangan antara golongan nasionalis dan islam, serta golongan radikal non-kooperatif dan golongan moderat-kooperatif. Pada akhir tahun 1931, PSII(Partai Sarekat Islam Indonesia) keluar dari PPPKI. Keluarnya PSII menjadikan PPPKI lemah. Soekarno dan M. H. Thamrin pada tahun 1932 pernah berupaya memulihkan keadaan di PPPKI, tetapi tidak berhasil. PNI baru tidak bersedia duduk dalam kepengurusan PPPKI, bahkan Moh. Hatta mengatakan bahwa fusi semacam itu tidak akan menghasilkan persatuan, tetapi “persatean”.

*New Versions Of Sejarah Bangsa

Selamat Tahun Baru 2011....


Toko Buku Online Belbuk.com