Selasa, 09 Februari 2010

Ruhut Sitompul VS Adnan Buyung Nasution




Bukan Ruhut Sitompul namanya kalau tidak membuat pernyataan-pernyataan yang sensasional dan menarik perhatian anggota Pansus Angket Century. Kemarin, tepatnya 8 Februari 2010, Ruhut kembali membuat pernyataan yang tajam ditujukan kepada seorang mantan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution di rapat Pansus Century.



Saat pansus menyebut-nyebut nama Adnan Buyung, sontak Ruhut interupsi agar pansus tidak perlu menyebut atau mendengar ucapan Adnan Buyung. "Jangan bawa-bawa Adnan Buyung, aku malu. Kenapa, karena terlepas dari ilmu Tata Negara yang dipelajarinya di Belanda, itu gelarnya tidak bersih," kata Ruhut Sitompul di Gedung DPR.

Itu artinya, lanjut Ruhut kembali mencaci, bahwa sosok Adnan Buyung adalah orang yang 'tidak bersih', dan tidak perlu didengar ucapannya seperti di media massa. "Saya sampaikan ini agar Buyung tahu diri," cetusnya.

Karena itu, lanjut dia, Buyung harus tahu diri. "Jangan mentang-mentang gak jadi Wantimpres lagi, seperti sakit hati, ngomong dimana-mana seperti burung 'Cucak Rawa' saja. Sekali lagi saya tegaskan, Buyung Nasution tidak usah didengar, jangan didengar, pesan dari Ruhut yang menyampaikan," tegasnya dengan nada tinggi.



Namun, serangan Ruhut tersebut ditanggapi dingin oleh Adnan Buyung. Bagi Adnan, apa yang dikatakan Ruhut itu tidak perlu dihiraukan.

"Ruhut adalah pemain sinetron," ujar Adnan dalam wawancara dengan TV One sore hari kemarin.

Walau demikian Adnan tetap sedikit mengomentari apa yang dikatakan oleh Ruhut, tepatnya berhubungan dengan dirinya dianggap sakit hati karena tidak terpilih kembali menjadi anggota Wantimpres.

Dalam hal ini Adnan menyatakan tidak pernah meminta, tapi SBY lah yang meminta dirinya masuk dalam Wantimpres. Untuk itu, Adnan menantang Ruhut untuk bertanya kepada Presiden.

Sebelumnya, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution mengatakan kepada media massa soal sikap Presiden SBY terhadap Century. Buyung meminta agar SBY bersikap jantan. Dalam sistem presidensial, menurutnya, presiden harus bertanggung jawab atas tindakan menterinya. "Presiden harus jantan mengatakan saya yang bertanggung jawab. Saya ingin menunjukkan sikap jantan sebagai presiden, apalagi kabinet kita sebagai presidensial. Kalau tidak jantan, tentu jangan menjadi leader," ujar pengacara senior itu.

Menurut Buyung, dalam sistem presidensial menteri-menteri tidak bisa bertanggungjawab secara per individu. Siapapun yang salah, baik itu Boediono maupun Sri Mulyani, menurut Buyung, SBY-lah yang tanggung jawab. Karena menurutnya, siapapun yang salah dalam masalah ini, apakah Sri Mulyani atau Boediono kalau ini menyangkut pertanggungjawaban politik itu kepada presiden.

Selain itu, jika SBY tidak terkait dengan kasus ini, menurut Buyung, SBY harus segera melakukan tindakan. "SBY tentunya harus memberi tindakan lebih dulu, itu kebijakakn politik. Jangan seperti masalah Bibit-Chandra, minta tolong tim 8," jelas Adnan Buyung.

Dalam hal ini, saya pribadi setuju dengan pendapat dari Adnan Buyung Nasution Untuk menghadirkan presiden dalam Sidang Pansus. Bukan karena saya Kontra dengan Demokrat, namun sebagai masyarakat awam saya sendiripun merasa bahwa tidak mungkin suatu keputusan sebesar itu tidak diketahui oleh presiden yang menjabat pada waktu yaitu, Bapak SBY. Dan menurut saya pribadi, para anggota Dewan dari F-Demokrat tidak perlu membela atau mengalihkan tuduhan tersebut dari Pembina partai mereka Bapak SBY, karena jikalau benar SBY tidak terlibat dalam kasus tersebut, seharusnya beliau pun berani untuk datang dan memberi kesaksian. Saya ambil contoh, Bapak Mantan Wakil Presiden kita JK yang walaupun menurut saya sebagai masyarakat awan, seharusnya beliau tidak dilibatkan sama sekali dalam hal ini, namun dalam kenyataannya beliau tetap memenuhi panggilan Paansus sebagai saksi dalam kasus Century ini dan pada akhirnya masyarakat awan seperti saya pun percaya bahwa beliau tidak terlibat.

Akankah pansus mengundang SBY dan akankah SBY memenuhi panggilan tersebut? Kita hanya dapat menunggu sampai kebenaran yang sesungguhnya terungkap.


Toko Buku Online Belbuk.com