Selasa, 26 Januari 2010

Puluhan Grup Facebookers Anti Ruhut Sitompul

Berulang kali Anggota Dewan ini membuat Ulah, mulai dari menyinggung perasaan etnis Arab Indonesia dengan mengatakan bahwa bangsa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada Indonesia. Dan sebaliknya Ruhut justru membanggakan Amerika Serikat sebagai penyelamat ekonomi negara Indonesia yang ia sampaikan dalam diskusi “Mengungkap Strategi Tim Sukses Capres” di Gedung DPD, Jakarta. Selanjutnya, Ruhut menyindir mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie dengan membawa etnis China.


Belum cukup menyinggung perasaan etnis Arab dan China (Tionghoa) di Indonesia, Ruhut pada Rapat Century 6 Januari 2010 kembali mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Ruhut yang selalu tampil berlebihan (dan memposisikan diri paling benar), mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di Gedung Senayan. Kata-kata yang tidak terhormat keluar dari anggota dewan terhormat. Ruhut Sitompul mengeluarkan kata “bangsat” kepada Prof Gayus Lumbuun setelah mereka berdua terlibat perang kata-kata di pansus. Merasa bahwa pembagian waktu yang tidak proportional, Ruhut memanggil pimpinan sidang pansus dengan “kodok”.

Berikut kutipan adu mulut kedua anggota komisi III itu:

Ruhut: Tanya sama kodok. Jangan marah-marah kodok. Engkau kan profesor.
Gayus: Anda jangan kurang ajar, jangan bawa-bawa profesor. Harusnya Pansus menegur Ruhut supaya dikembalikan di fraksinya saja karena sering bikin gaduh.
Ruhut : Anda pimpinan, Anda harus tegas…Kalau nggak senang lempar palu ke aku..
Gayus: Satu kata untuk engkau, diam kau!
Ruhut: Diam apa bangsat! brengsek!

Meskipun telah 3 kali disorot oleh publik sejak posisinya di Partai-nya SBY, Ruhut tampak santai dan seenaknya menyinggung lawan bicaranya dengan kata-kata yang kurang etis. Hal ini kembali terjadi pada Rapat Pansus Hak Angket DPR RI tentang Bank Century tanggal 14 Januari 2010. Pada rapat tersebut, pansus menghadirkan mantan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (JK), SE sebagai saksi ‘kunci’.

Adu argumen terjadi antara Ruhut dan JK, ketika JK menepis pernyataan Ruhut yang menyebutkan Wapres JK telah intervensi hukum. JK menyebut bahwa dirinya (Wapres) terlalu rendah jika intervensi polisi menangkap Robert Tantular, yang terjadi justru JK memerintahkan, bukan mengintervensi. Jawaban ini, langsung membuat peserta rapat dan hadirin di balkon tertawa. Hal ini tentu membuat Ruhut tidak senang. Mendapat argumen dari JK, Ruhut pun ‘menyerang’ lebih keras. Sampai saatnya, Ruhut tidak lagi memanggil JK dengan ‘Bapak”. Ruhut dengan nada yang tidak wajar memanggil JK dengan “Daeng”. Kata “Daeng” untuk identitas suku Bugis dikeluarkan dengan konteks tidak semestinya ini membuat dua anggota pansus yang berasal dari Sulawesi Selatan tersinggung.

Penggunaan kata Daeng (untuk suku Bugis) dalam kondisi, relasi dan waktu tepat merupakan sapaan hormat. Namun, ketika kata “Daeng” digunakan dengan nada, intonasi dan konteks yang tidak tepat, maka “Daeng” ini menjadi kata yang merendahkan martabat seseorang. Dan pada peristiwa itu, Ruhut menggunakan “Daeng” dengan nada sinis. Sehingga wajar jika ada orang dari suku Bugis menjadi marah.

Belum Cukup dengan itu semua kemarin Ruhut Sitompul kembali membuat ulah dengan Mengajukan interupsi berkaitan dengan Seorang anggota dewan F-PKS yang keluar masuk saat persidangan, mungkin ini sesuatu yang patut dipuji namun tindakannya justru menuai kontroversi karena beliau menyebut anggota dewan dari F-PKS itu dengan Ingus....


Berkaitan dengan semua aksi tersebut, Tampaknya tidak disukai para Facebookers di dunia maya. Silahkan ketik kata Ruhut Sitompul di kotak 'Search', maka akan ditemui puluhan grup yang Antiruhut.

Sampai dengan Kamis (21/1) pagi, jumlah grup yang kesal dengan Ruhut sudah mencapai 64 grup. Nama grupnya pun bermacam-macam. Ada yang terang-terangan menyebut dirinya sebagai grup 'Anti Ruhut Sitompul' dengan jumlah anggota 5.699 Facebookers.

Ada yang saking kesalnya melihat aksi politisi 'Poltak' ini sampai ingin mengusirnya dari Indonesia. Mereka bergabung di grup 'Usir Ruhut Sitompul dari Indonesia'.

Ruhut tercatat dua kali membuat pernyataan yang menyerempet Suku Agama dan Ras (SARA). Pertama ketika Pemilihan Legislatif (Pileg) ketika ia mengejek suku Arab, kedua saat ia memanggil mantan Wapres Jusuf Kalla dengan sebutan 'Daeng' di rapat Pansus.

Atas kejadian ini, Facebookers keturunan Arab dan Makassar pun geram. Mereka membuat grupnya masing-masing, semisal ada grup 'Cekal Ruhut Sitompul ke Makassar'.

Sampai saat ini, grup dengan pendukung terbanyak yaitu mencapai 11.762 orang adalah grup '1.000.000 Facebookers Meminta Partai Demokrat Untuk Memecat Ruhut Sitompul'.

Ruhut pun sempat mengeluarkan kata-kata makian, 'Bangsat' saat adu mulut dengan pimpinan pansus dari FPDIP Gayus Lumbuun. Belum cukup, Rabu lalu (13/1) mulut Ruhut menyemburkan kata-kata tidak senonoh, 'burung' dengan konotasi seksual saat bertanya ke mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji.

Dagelan itu memancing grup untuk 'memotong 'burung' Ruhut'. Atau ada pula yang sudah bosan mendengarnya berbicara hingga mengusulkan lidahnya dipotong.

Uniknya, para Facebookers itu juga berlomba-lomba memajang foto Ruhut yang 'nyeleneh'. Misal, ada foto Ruhut yang dicoret tanda X besar. Ada foto Ruhut yang sedang berpelukan dengan perempuan. Ada pula foto Ruhut yang disandingkan dengan program acara televisi swasta, 'Take Him Out' tentu dengan makna menyindir Ruhut.

Toko Buku Online Belbuk.com